Jangan Sering Keluar Masuk Pasar Saham!

Sebagai seorang trader saham, saya paham akan banyaknya cobaan yang sering dialami oleh investor saham lainnya. Kita punya ratusan pilihan saham yang bisa dimainkan namun hanya sedikit dana. Kadang kita mau beli saham A, saham B, dan saham C. Alhasil karena tergoda dengan situasi, dan pergerakan saham lain yang naik tinggi kita pun sering menjual saham yang kita punya sekarang dengan tujuan mendapatkan saham baru yang kata para ahli atau stock picker akan naik.

perkiraan komisi
perkiraan komisi

Tapi apa sebenarnya kita sadar kalau tindakan tersebut sebenarnya counter productive?

Terlalu sering keluar masuk saham adalah masalah terbesar yang akan menggerus profit/keuntungan anda ketika trading. Yaitu kerugian akan komisi broker. Dimana broker sebenarnya lebih senang kalau anda aktif transaksi saham, karena disitu mereka dapat persenan komisi setiap transaksi jual maupun beli. Terlepas anda rugi atau untung mereka tidak mau ambil pusing. Toh juga bagi mereka yang terpenting adalah masukan dana dari fee tersebut.

Tak jarang anda lihat banyak perusahaan sekuritas saham yang menyediakan komputer di kantor mereka agar bisa dikunjungi oleh bapak-bapak yang trading tiap hari. Secara tidak langsung mereka sebenarnya menstimulasi anda untuk transaksi. hehe..

Malahan para broker saham kurang senang sama tipe investor jangka panjang. Karena tipe pemain yang beginian lah yang tidak memberi komisi banyak kepada mereka. Ibaratnya mereka hanya keluar dan masuk sesekali saja. Mungkin sekali 3 bulan atau lebih. 😀 Biasanya investor yang beginian sangat terstruktur pemikirannya dan punya game plan sebelum membeli saham manapun. Dia tidak terombang ambing dengan naik turun saham sejenak.

Contohnya – BMRI tahun 2015

Saya membeli saham bank mandiri BMRI sekitar awal desember 2015 yang pada saat itu harganya di 8800 an dan pada saat itu saya tahu banyak teman-teman yang keluar masuk saham karena ingin memanfaatkan koreksi harga. Pada saat itu volume transaksi sangat banyak, dengan pergerakan saham bisa mencapai 4% per minggu. Padahal kalau dipikir2, semakin sering anda keluar masuk begitu dengan jumlah return yang terlalu sedikit untuk ukuran investasi saya kira tidak ada gunanya. Bahkan kalaupun anda punya broker saham online termurah di Indonesia sekalipun, untung anda akan jauh lebih tinggi jika anda mau bersabar dan melepas saham saat harganya sudah mencapai return minimal 12% an. Karena komisi yang anda bayar kepada pihak pialang saham cuma 2 kali. Pertama waktu baru masuk, kedua saat keluar. Dan kalau anda lihat saat saya keluar pasar di bulan juli 2016, profit saya sudah mencapai 20 persen an. Lumayan la he..he.

Kendala lain kalau tidak punya strategi

Yang pertama, anda tidak akan punya keuntungan yang banyak. Kedua anda akan tergiur melihat saham orang lain, dan berita ga penting lainnya yang tentunya meningkatkan stres anda. Ketiga alokasi dana anda jadi tidak maksimal sebab anda coba membeli saham yang ini dan itu. Padahal kalau anda riset bagus-bagus dan fokus ke satu atau 2 saham saja, profitnya toh sama doank karena persentase akhir lah yang penting. Bukan berapa banyak saham yang anda punya.

Posted on